Kamis, 19 Maret 2015

Rangkaian Mixer Audio Stereo dengan Catu Daya Tunggal +12V

Membuat Audio Amplifier Menghasilkan Suara yang Kompak, namun katakanlah kita tidak mempunyai jenis catu daya mode ganda atau simetris (+6V dan -6V) untuk supply rangkaian tersebut, dan yang tersedia catu daya mode tunggal (misalnya +12V). Bagaimana mengatasinya?

Komponen utama rangkaian mixer audio adalah sebuah IC op-amp, dan IC op-amp ini bisa beroperasi pada jenis catu daya simetris maupun jalur catu daya tunggal, lihat di artikel Konsep Pencatuan Op-amp. Bila kita mengukur titik tegangan +V dan -V pada catu daya simetris akan menghasilkan +6V - (-6V) = +12V. Tegangan +12V tersebut kita gunakan untuk jalur catu daya mode tunggal, sebagai pencatuan mixer op-amp. Perhatikan gambar rangkaian mixer audio stereo 3 channel dengan operasi jalur catu daya tunggal +12V di bawah ini

mixer-audio-catu-daya-tunggal
Daftar komponen:
o    R1 - R6 = Resistor 10 kΩ
o    R7 - R8 = Resistor 100 kΩ
o    R9 - R10 = Resistor 18 kΩ
o    C1 = Elco 100 µF/16V
o    VR1 = Variabel Resistor (potensiometer) 50 kΩ mono
o    VR2 - VR3 = Variabel Resistor (potensiometer) 50 kΩ stereo
o    IC1 = IC 4558 (Op-amp 8 pin)


Minggu, 30 November 2014

upgrade vega zr korek harian

hai sob...jumpa lagi dengan saya di blog saya tercinta ini dalam blog cah bojonegoro kali ini saya akan posting lanjutan dari postingan saya yang lama tentang vega zr yang telah saya upgrade lagi.
dan berikut ini spesifikasi motor saya :



* piston kaze oversize 50
* papas camshaft
* porting polish
* knalpot freflow
* karbu standar smash titan reamer
* pengapian custom fullwave
* cdi custom
* final gear 15-42
* kopling manual, dll


dan alhamdulillah untuk top speednya nyampek 135km/jam bro......ini ke dua kalinya saya modif mtor bebek setelah mtor saya yang dulu yaitu dari produk happy model vega r yang telah saya modif extrim untuk spek liaran 201m dngan part pendukung daytona dan kawahara pada tahun 2008 dan kali ini saya upgrade vega beneran hehe dengan spek korek harian buat nyantai....


sekian postingan kali ini jika ada kesalahan dalam penulisan dalam blog ini yng kurang pantas saya mohon ma'af...keep safety riding

Rabu, 01 Oktober 2014

skema dan rangkaian inverter DC ke AC

hey sob, ketemu lagi dengan saya di blog cah bojonegoro, kali ini saya akan memosting berbagai skema dan rangkaian inverter dc ke ac dan berikut ini adalah beberapa kumpulan skema inverternya

 

 
 

Jumat, 19 September 2014

Macam Alat Ukur Elektronik Beserta Fungsinya

Alat Ukur Elektronika dan Fungsinya 

 Alat ukur elektronik (listrik) merupakan perkakas/alat yang digunakan untuk mengukur besaran-besaran listrik seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V), daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital.

Berikut adalah macam-macam alat ukur listrik :

  • Amper-meter
  • Voltmeter
  • Ohm-meter
  • Multimeter Analog/Digital
  • Oscilloscope
  • Generator fungsi
  • Digital Signal Analyzer
  • Spectrum meter 
  • dll
1 Ampermeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.
2. Voltmeter


Voltmeter adalah alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anode sedangkan yang di tengah sebagai katode. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter).


3. Ohm-meter


Ohm-meter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik, yaitu daya untuk menahan mengalirnya arus listrik dalam suatu konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini dinyatakan dalam ohm. Alat ohm-meter ini menggunakan galvanometer untuk mengukur besarnya arus listrik yang lewat pada suatu hambatan listrik (R), yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm.

4. Multitester Analog/Digital 


Multimeter adalah alat untuk mngukur listrik yang sering dikenal sebagai VOAM (VolT, Ohm, Ampere meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.




5. Oscilloscope 


Oscilloscope/osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.

6. Generator fungsi


Generator fungsi adalah alat ukur yang digunakan sebagai sumber pemicu yang diperlukan, merupakan bagian dari peralatan (software) uji coba elektronik yang digunakan untuk menciptakan gelombang listrik. Gelombang ini bisa berulang-ulang atau satu kali.


7. Wattmeter
Wattmeter adalah alat ukur untuk daya listrik. Sebetulnya wattmeter adalah gabungan dari alat ukur listrik dengan alat ukur tegangan listrik, namun dirancang sedemikian rupa sehingga penunjukkannya menunjukkan nilai daya listrik yang terpakai.
http://www.mediaproyek.com/
8. Wattjam / Watthour Meter
Wattjam adalah alat ukur energi listrik. Wattjam (Wh = watt-hour) atau kilowatt-jam (kWh) sebetulnya alat ukur listrik yang banyak terpasang di setiap rumah. Kita sering salah memahami mengira bahwa alat ukur yang terpasang dirumah adalah alat ukur daya listrik. Padahal sebetulnya alat ukur listrik yang terpasang dirumah kita itu adalah Wattjam. Angka penunjuk pun menyatakan nilai energi listrik yang terpakai dalam rentang waktu tertentu.
http://www.mediaproyek.com/
9. Megger
Megger dipergunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat-alat listrik maupun instalasi-instalasi.
Megger ini banyak digunakan petugas dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk:
  • Kabel instalasi pada rumah-rumah / bangunan.
  • Kabel tegangan tinggi.
  • Kabel tegangan rendah.
  • Transformator.
  • Dan peralatan listrik lainnya.
  • http://www.mediaproyek.com/

Senin, 07 Juli 2014

cara membuat cdi ac unlimiter

Selama bertahun-tahun sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) menjadi misteri dalam dunia elektronika otomotif, jika pun ada yang mampu membuatnya, itu hanya replika atau rangkaian yang mendekati. CDI selain misteri dalam rangkaian juga misteri dalam komponen, karena untuk beberapa jenis komponen yang ada dalam built-in CDI pabrikan tidak tersedia dipasaran. Mungkinkah nomor seri komponen diubah oleh pabrikan atau memang pabrikan memiliki blue-print sendiri mengenai komponen dengan nomor seri tertentu? Entahlah, yang jelas sampai hari ini pun masih banyak perusahaan otomotif yang menyembunyikan cetak biru dari komponen CDI. Terlepas dari kontroversi tentang CDI pabrikan, pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi tips dan trik cara membuat sendiri CDI untuk motor bensin berkapasitas kecil. Rangkaian ini telah di coba di lab pribadi dan sampai hari ini masih diujicoba tanpa menemukan kendala berarti. Modul CDI yang akan kita buat, penulis adopsi dari situs siliconchip yang dibuat oleh John Clarke.


Sebelum panjang lebar membahas tentang Modul CDI ini mungkin ada yang bertanya, berapa harga yang dihabiskan untuk membuat Modul CDI ini? Jangan kaget, dengan kualitas rangkaian dan komponen yang hampir sama dengan versi original, kita hanya mengeluarkan dana sebesar kurang dari Rp. 50.000,-, bandingkan dengan Modul CDI original pabrikan yang dibandrol hampir Rp. 500.000,-. Perbedaan harga inilah yang kadang kita pertanyakan dan membuat kita terheran-heran, bahkan logika kita saja kadang tidak bisa membenarkan harga yang dibanderol untuk Modul CDI pabrikan.
CDI merupakan perbaikan besar dalam sistem pengapian magnet. Modul CDI selain mampu memberikan kualitas percikan yang stabil juga mampu menjaga titik poin yang tepat, tahan lama, bebas perawatan, tidak diperlukan penggantian periodik, dan bebas penyetelan.
Salah satu kelemahan CDI adalah bahwa Modul CDI ini tidak bisa bertahan selama-lamanya, mungkin saja gagal bekerja ditengah perjalanan. Kegagalan fungsi mungkin saja berasal kumparan pembangkit (generator coil), koil pengapian (ignition coil), atau mungkin saja dari modul CDI itu sendiri. Dan jika itu terjadi berarti kita harus mempersiapkan dana penggantian yang tidaklah murah.
Modul CDI yang akan dijelaskan dapat digunakan sebagai unit pengganti modul CDI asli pabrikan yang sudah tidak mampu bekerja dengan baik. Modul CDI ini berpadu selaras dengan generator AC yang kemudian memicu koil untuk memberikan tegangan tinggi dan akhirnya memercikan bunga api melalui busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi pada ruang bakar. Sebagian besar sistem pengapian CDI bekerja dengan cara kerja yang sama namun mungkin saja terdapat variasi dalam desainnya. Pada beberapa modul CDI yang tersedia dipasaran ada yang menggunakan metode polaritas terbalik dalam membangkitkan tegangan, dan dalam kasus ini modul CDI yang akan kita buat tidaklah cocok.


Saya sebagai penulis artikel ini tidak bisa menjamin bahwa modul CDI ini mampu bekerja pada semua jenis mesin. Namun, karena modul CDI ini menggunakan komponen murah dan tersedia banyak dipasaran, mungkin anda patut untuk mencobanya dari pada harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk menebus modul CDI original.

Susunan rangkaian yang paling sederhana untuk modul CDI diperlihatkan pada Gambar 5. Tegangan dan lilitan pembangkit (Generator) mengisi kapasitor C1 (dan C2) melalui dioda D1 dan mengalir menuju lilitan primer. Sedangkan D2 seperti dijelaskan diatas digunakan untuk mengalirkan arus balik dari ignition coil setelah kapasitor kosong.

Dua resistor 1mw dirangkai seri pada kedua kaki kapasitor (C1) yang digunakan untuk mengosongkan kapasitor jika SCR tidak nonaktif. Ini digunakan sebagai fitur keamanan yang mencegah kejutan listrik ketika anda menghubungkan kapasitor. Dibutuhkan sekitar 2 detik untuk pengosongan total kapasitar pada kapasitor hingga mencapai nilai aman.
Telah disediakan tempat penyimpanan 2 kapasitor (discharge) pada PCB yang bisa anda unduh pada link dibawah, yaitu untuk posisi C1 dan C2. Kita biasa menggunakan dua kapasitor 0.47mf atau dua kapasitor 1mf. Sebuah kapasitor dengan kapasitas tinggi akan menghasilkan energi percikan yang lebih baik dan lebih besar, asalkan lilitan pembangkit (generator) mampu mengisi kapasitor dengan maksimal dalam waktu yang diperlukan.
Pulser memberikan sinyal untuk memicu SCR. Ketika tegangan positif mengalir dari pulser, maka asupa tegangan akan memicu gate SCR melalui resistor 51 ohm dan dioda D3 (pada gambar rangkaian tertulis D5). D3 mencegah tegangan balik dari gate sedangkan resistor 51 ohm membatasi tegangan yang mengalir ke gerbang agar mengalirkan nilai tegangan aman. Sebuah resistor 1k ohm berfungsi untuk menghubungkan gate ke ground (masa) hal ini untuk mencegah pemicu palsu, sedangkan kapasitor 100nF digunakan sebagai filter noise dan transien yang dapat menyebabkan SCR terpicu pada waktu yang salah.
Sebuah saklar (kill switch) digunakan untuk mematikan generator dengan cara mengalirkan arus ke ground sehingga motor berhenti beroperasi.

Rangkain serderhana pada Gambar diatas sebenarnya sudah mampu bekerja dengan baik, namun tambahan sirkuit mampu meningkatkan kinerja modul CD sehingga lebih konsisten. 
 Dioda D4 ditambakan pada aliran tegangan utama dari Generator sehingga terhindar dari pengaruh tegangan negatif pada lilitan pembangkit hingga kurang dari 0,7 Volt. Tanpa D4, anoda dari dioda D1 dapat terganggu tegangan -350 Volt dari fluktuasi negatif generator. Jika fluktuasi terjadi berarti dioda D1 dapat menerima tegangan lebih dari 700 Volt apabila kapasitor hanya mampu menerima beban +350 Volt.
Jika D1 memiliki kemampuan 1000 Volt, D4 digunakan untuk sebagai pengendali tegangan diatas maksimum yang bisa saja terjadi, sehingga tegangan yang mengalir ke dioda D1 akan stabil pada kisaran 350 Volt, hal ini berarti mengurangi kemungkinan kerusakan pada dioda.
Pemicu pada rangkaian ini juga telah ditingkat melalui dua cara, yaitu:
Pertama, dengan ditambahkan sebuah kapasitor 10mF secara seri pada gate dari SCR. Kapasitor ini mencegah pemicu palsu karena ketidakseimbangan DC dari pulser yang mungkin saja kelebihan positif dari seharusnya karena sisa kemagnetan pada inti lilitan pembangkit. Resistor 1k ohm dipasang paralel pada kapasitor yang digunakan untuk mengosongkan muatan pada kapasitor yang bisa saja muatan sisa tersebut cukup tinggi hingga bisa memicu SCR. Dioda D5 mencegah kapasitor 10mF dari pengisian polaritas terbalik yang datang ketika pulser menghasilkan tegangan negatif.
Kedua, ditambahkan sebuah Negative Temperature Coefficient (NTC) pada gate SCR. Thermistor (nama lain NTC) ini mengurangi resistansi secara bertahap sesuai dengan peningkatan suhu, ini digunakan untuk mengimbangi penurunan kebutuahn picuan pada SCR (baik tegangan dan arus) pada suhu yang lebih tinggi. Secara efektif, thermistor NTC membagi tegangan dengan resistor 51 ohm. Pada suhu 25oC, thermistor adalah 500 ohm sehingga melemahkan sinyal dari kumaparan pemicu hingga 91%. Namun pada suhu 100oC, nilai resistansi thermistor NTC mencapai 35 ohm dan sinyal picu dibagi sebesar 41% dari nilai yang dihasilkan Pulser.
Pengelolan dalam tingkatan sinyal dilakukan untuk menyetel SCR dengan mengurangi tingkatan kebutuhan picu pada temperatur tinggi. Ketika terjadi kenaikan suhu, sinyal akan lemah sebagai konsekwensinya, maka SCR dan pulser bekerja pada tegangan yang sama dalam rentang temperatur yang lebih luas. Tanpa thermistor, SCR akan mengalami perubahan waktu (timing) akibat perubahan suhu.

sekian postingan dari saya, dan nantikan postingan saya selanjutnya.....


Jumat, 16 Mei 2014

korek harian vega zr untuk pelajar

assalamualaikum brokali ini saya ingin membagikan tips tentang custom yamaha bebek tipe vega zr yang tentunya siap buat kebut kebutan... hehe langsung saja saya hadirkan beberapa foto dan spek motor vega zr saya



ini motor andalan saya buat tunggangan saya dengan spek sbgai berikut :
* karburator : hehe masih bawa'an smash titan full reamer
* piston : Kaze R std
* klep : std vega zr
* busi : NGK iridium
* noken : std vega zr
* cdi : std vega zr
* coil : std vega zr
* lubang IN + EX : porting polish

maklum lah namanya juga pelajar pastinya ingin motor larinya cepat tp dengan biaya murah hehe nie untuk karburatornya yang sudah di reamer


dan tak lupa pula motor saya jg sdah mengadopsi kopling manual buatan sendiri


memang sih dari model motor saya sangat berantakan tp biarpun begitu yang penting larinya bro :-)

jika motor sport larinya cepat memang sudah biasa,tp jka ada vega zr larinya melesat sangat cepat pastinya sangat  luar biasa bro...:-)




salam otomotif...tetap sehat dan tetap semangat agar kita bisa kebut kebutan...
keep sefty riding

Selasa, 25 Februari 2014

upgrade dan tune up drag racing android

VW GTI VI
upgrade : 5 5 5 5 5
N2O Duration : 3,000 s/ 100 %
FD : 2.2721 : 3.3602 : 2.0903 : 1.4704 : 1.0005 : 0.8706 : 0.730

Alfa GT 3.2V6
upgrade : 5 5 5 5 5
N2O Duration : 3,000 s/ 100 %
FD : 3.0621 : 3.5002 : 2.2353 : 1.5204 : 1.1615 : 0.9716 : 0.818

BMW M6 F13upgrade: 5 5 5 5 5 5N2O Duration : 2.00 s / 150%FD : 3.5001 : 2.6212 : 1.6033 : 1.2734 : 1.0735 : 0.9396 : 0.4907 : 0.420
Lancer Evo X FQ-400upgrade: 5 5 5 5 5 5N2O Duration : 2.73 s / 110%FD : 4.0011 : 2.9502 : 1.7803 : 1.4954 : 1.2405 : 1.0706 : 0.930 
Gallardo LP 570-4 SLupgrade: 5 5 5 5 5N2O Duration : 2.55 s / 118%FD : 3.6801 : 3.3952 : 1.8463 : 1.4614 : 1.2085 : 1.0206 : 0.870
 
Novitec Rosso 599 GTBupgrade: 5 5 5 5 5N2O Duration : 2.23 s / 135%FD : 2.0011 : 3.7812 : 2.6343 : 2.0694 : 1.7585 : 1.9406 : 0.760 
Murcielago LP 670-4 SVupgrade: 5 5 5 5 5 5N2O Duration : 2.80 s / 107%FD : 3.2501 : 3.0902 : 1.7213 : 1.3684 : 1.1605 : 1.0146 : 0.816 
Hennessey Venom GTupgrade: 5 5 5 5 5N2O Duration : 3.00 s / 100%FD : 1.7981 : 2.5272 : 1.7453 : 1.3304 : 1.0405 : 0.7706 : 0.630 
SSC Tuatara
upgrade : 5 5 5 5 5
N2O Duration : 4,450 s/ 67 %
FD : 1.0001 : 3.6202 : 2.3653 : 1.2304 : 0.9405 : 0.7706 : 0.630
7 : 0.500